KIta Slamanya

KIta Slamanya
Dia kita dan Mereka

Jam zam

Kamis, 16 Desember 2010

DB bikin Spaneng

Syukur , aku blm pernah okname di rumah sakit, dan semoga hal ini tidak pernah terjadi...
Hehe menurutku diokname di rumah sakit itu sangat menyiksa, dan tidak nyaman, disana kita bakal dikasih selang selang penyambung yang terhubung dari jarum yang lumayan gede masuk di salah satu bagian tubuh kita..
belum lagi tubuh yang terasa lengket karena tidak mandi, dan tentunya penderitaan karena penyakit yang kita rasain. Aku bisa beropini seperti ini karena udah beberapa kali aku nunggu orang yang diokname di RS, kebanyakan mereka adalh keluargaku sendiri, terakhir sendiri adalah adik sepupuku.

Seperti nonton sepak bola yang hasil akhirnya masih nol, antara gregetan, tegang spaneng, tegang, dan gemes sendiri, pengen marah tapi gak bisa.., mungkin perasaan itu yang saat itu aku rasain.

Awalnya aku kaget, dapet berita jika sepupuku yang paling deket, masuk RS karena DB, kritis karena telat penangananya.
Dari sini aku jadi bisa tarik kesimpulan jika sistem kesehatan di negara kita belum bisa dikatakan sempurna, sepupuku yang masih berusia antara 1 tahun lebih ini, masuk dalam golongan orang menengah kebawah, jadi orang tuanya jika periksa selalu make KMS.
terhitung 3 kali periksa ke puskesmas terdekat, sang ahli kesehatan cuman bilang ini sakit demam biasa, kemudian diberikan resep obat demam. 
Begitu sampe ketiga kalinya..
Tapi adik sepupuku tambah parah dan sampe akhirnya dibawa kerumah sakit , disana kemudian langsung ditangani..
trombositnya turun  drastis jadi 35.
Positif kena DB..

Menurutku jadi gak salah banyak anak balita atau bahkan orang dewasa yang akhirnya tidak bisa ditolong karena DB, ini semua bukan semata kesalahan korban tapi sistem penaganan kesehatan di tempat sekitar mereka. Meraka kurang peka dalam pemeriksaan korban, ini sangat perlu diperhatikan, bahkan perlu adanya pendidikan kembali untuk mereka yang sudah ahli, agar bisa memutuskan kondisi penyakit sang pasien.
Coba bayangin klo semua memutuskan hanya dengan feeling..?

Saat ini kondisi sepupuku lumayan agak stabil dari kondisi pertama dia masuk RS, tapi..namanya juga masih anak anak, dia gak paham dengan apa itu okname, 
Dengan bringas ia berkali kali nyopot selang infus dan semua yang nepel ditubuhnya sampe darah itu ngalir dengan segar ..wiih serem
aku yang ngelihatnya jadi gemes
Terakhir ini dia merasa kesakitan dengan penyambungan saluran kencing di alat fitalnya, sehingga dokter melepas saluran itu, setelah dilepas Ridwan (sepupuku) merasa sakit di alat fitalnya. Tiap ia akan kencing, karena merasa sulit untuk meluncurkan air seninya, ia kembali anarki, molet molet sambil nangis kenceng, aku jadi sepaneng sendiri antara mau marah dan kasian..
hadeh, kewalahan ..
Coba bayangin klo anak kecil aja masih harus membutuhkan tenaga berekstar ekstra, bagaimana klo udah dewasa tapi belum pernah diokname..apakah se anarki itu..
Mungkin suatu saat jika dimintain tolong nunggu orang sakit di RS, tapi usia dewasa dan blm pernah diokname..
aku cuman bisa bilang
" hehe, maaf saya sudah kenyang.."

Selasa, 14 Desember 2010

Zamiibercerita: Moving On for move my self

Zamiibercerita: Moving On for move my self: "Dan akhirnya aku belum mendapatkan kesempatan menjadi penyiar di Swaragama, hehe tapi gak papa paling tidak aku sedikit tau tentang bagaiman..."

Senin, 13 Desember 2010

Moving On for move my self

Dan akhirnya aku belum mendapatkan kesempatan menjadi penyiar di Swaragama, hehe tapi gak papa paling tidak aku sedikit tau tentang bagaimana kondisi wawancara tes pekerjaan, yang sebelumnya sama sekali gak tau. Mungkin banyak orang bilang ketika km dihadapkan diantara dua pilihan km harus bisa memilih salah satu diantara itu, hmm antara pemilihan Duta Wisata atau seleksi penyiar. Tapi aku belum bisa menerima teori itu, karena menurutku jika kita punya tenaga untuk melakukan perjuangan atas usaha kita, maka usaha itu akan berbuah keberhasilan dan kesuksesan akan menghampiri dengan sendirinya. Aku lebih yakin itu..

Well, saat ini emang aku belum dikontrak oleh pihak UNISI fm, masih di training , yang lumayan lama, namun ini memang proses yang terbaik buat aku, dimana harus bisa beradaptasi dulu dengan suasana dan karakter dari station tersebut. 
Karena aku tipe orang Sungguh - sungguh, maka dengan totalitas aku jalani aja training itu, tapi emang aku punya sedikit trauma dengan lingkungan sosial, dan ini yang sedikit membuat kaku pada kepribadianku, parahnya aku selalu merasakan yang namanya naik turun confident ( kaya rollercoaster)
Kadang aku bisa bener bener less confident, yang sama sekali gak percaya dengan kemampuan diriku, ini membuatku cukup sulit .
Ada yang mau bantu? wehehe

Di Unisi aku belajar banyak tentang dunia kerja, dan disini aku ingin sekali menjadi penyiar yang bagus, aku selalu streaming radio luar untuk refrensi saat aku on air, dan gak lepas dengan segala macem informasi agar paling tidak selain luas wawasan, juga nambah kosa kata.

Memang sampai pada detik ini aku masih terus belajar, karena aku masih kurang banyk pengalaman dibandingakan mereka yang telah berhasil.
Sedangkan untuk perkembangan aku di UNISI, menunjukan perkembangn yang baik..yang awalnya aku diberi jadwal siaran sedikit, sekarang mulai semakin ditambah setiap minggunya.

it's lovely..
Tugasku saat ini harus mampu menaikan rating program yang saat ini aku bawakan, agar bisa nembus di posisi yang bagus, dan aku yakin itu bisa.
Aku pengen menggiring UNISI pada puncak terindah..dan ketika itu juga aku bisa merasakan indahnya dalam bekerja sebagai seorang penyiar radio..
Amien ^^


Bismilah, Aku Pejuang Mimpi!

Hehehe...sebulan lebih aku gak entri, mungkn terlalu asik dengan kegiatan diluar sehingga untuk membuka blog sendiri rada jarang terjamah.

Ngelanjutin cerita pada posting sebelumnya..
Akhirnya pas tepat tanggal 29 oktober, 2 pengumuman sekaligus mengejutkan , pertama ..aku lolos tahap akhir seleksi penyiar di Swaragama, dan pengumuman kedua aku lolos 10 besar finalis CUNG - NDHUK TUBAN Duta  Wisata Jawa Timur ..
feel do not believe with this fact..hehe rada belebihan si, tapi terkadang melakukan usaha dan usaha itu akan menuju keberhasilan pasti itu yang bakal kamu rasakan..

Lepas dari itu semua ,permasalahan pun mulai timbul.., keduaanya memiliki jadwal yang bentrok, dimana seleksi tahap berikutnya sebagai duta wisata adalah karantina , dan diwaktu yang sama pada hari ke tiga karantina , adalah jadwalku seleksi wawancara di Swaragama..
Hmm mulai meres otak ( sepertinya aku harus bolak balik Jogja - Tuban )
Sempat muncul untuk menggugurkan salah satunya, yaitu yang seleksi penyiar, karena toh aku juga udah siaran, tapi sebagai sorang manusia seperti aku, pasti selalu ingin maju dan berkembang ..apalagi aku suka tantangan, dan punya mimpi menjadi yang terbaik, inilah yang akhirnya menguatkan niat untuk tetap menjalankan keduanya..
Hehe untuk kuliahku? kalo yang satu ini emang terpaksa harus menghilang sejenak...(padahal kenyataanya aku bakalan digebukin oleh kelompokku, karena gaji buta dengan tugas yang se laut), dan utuk siaranku, untung saja pimpinan radionya baik , ngebolehin untuk cuti beberapa minggu.

Asikk..
Malemnya, aku langsung tancep gas ke TUBAN
dan pagi harinya, sekitar jam delapan aku sampai di TUBAN, lanjut sekitar jam 12 siang menuju ke tempat karantina DUTA WISATA TUBAN  JAWA TIMUR..
Aku dipertemukan dengan wajah baru dan karakter yang berbeda beda, mereka  yang pintar, baik, kompak dan penuh kreatifitas..
Beruntung aku bisa kenal kalian semua..












Dan pas hari ke tiga, dimana saatnya aku izin dengan panitia pemilihan itu, emang pertama rada alot, g boleh izin, karena jadwal hari ke empat adalah take profile untuk acara grandfinal..tapi dengan berbagai solusi, akupun ngedapetin izin itu..(manteb ma bro)
Setelah selesai ngejalanin kegiatan, sekitar jam 5 sore , Malem harinya aku langsung tancap keJogja ( hehe berasa tuban - jogaja deket banget, padahal 8 sampe 10 jam)

Makanya foto diatas gak ada fotoku hihi..

Sampe dijogja jam sepuluh pagi dan menurut jadwal wawancara, aku dapet giliran jam 3 sore, jadi masih ada istirahat sebentar, tapi emang gak bisa bohong.. mukaku gak seperti biasanya rada gak seger, dan badan capek semua..haduh remuk dah, tapi semuanya itu tetep kalah dengan niatku untuk menjadi yang terbaik

Jam 3 aku sampe di studio Swaragama , ketemu dengan teman baru lagi dan ternyata yang lolos tahap akhir kebanyakan emang sudah menjadi penyiar..wuuh persaingan ketat banget ini..
Tragisnya, aku kudu nunggu giliran yang lumayan lama, mana badan udah kusut kaya cucian kucel.., dan pas jam 5 lebih aku dipanggil masuk..disana aku dihadapkan oleh 5 orang , sebenernya wawancara itu berlangsung sangat enak dan hangat, namun mungkin karena kondisi badanku yang gak sifit biasanya ,saat ngbrol aku rada blank.aku baru ngrasain itu setelah selesai wawancara..
Nyesel banget kenapa saat ditanya kegiatan saat ini yang km lakuin apa? aku sama sekali gak nyebutin kalo lagi karantina duta wisata, dan pada saat dsuruh ngeyakinin klo aku pantes kerja disana, malah dengan bodohnya aku menceritakan pengalaman SMAku, sama sekali gak bilang kelebihan dari aku, seperti aku ini displin, tepat waktu, punya sisi musikalitas, kreatif dan rela meluangkan waktu wawancara yang saat ini tengah  menjalani karantina duta wisata..(rela bolak balik!dalam waktu sehari)
Hmm tapi setelah aku berpikir dewasa, kalopun nantinya aku ditakdirkan untuk bekerja disana pasti aku juga akan lolos, kalopun belum diberi kesempatan  berarti memang aku cocok di UNISI fm.

Hehe, begitu selesai wawancara (habis maghrb ) aku siap siap balik ke TUBAN lagi, tepat jam 8 aku sampe di terminal bus dan jam setengah 9busku melaju ke kota TUBAN.
Diperjalanan aku rada was was, takut terlambat dateng di Tuban, karena jadwal DUTA WISATA selanjutnya adalah FAM TOUR yang dijadwalkan jam setengah enam pagi berangkat..

Keajaiban itu benar ada, aku sampe di TUBAN jam 5 lebih seperempat, badan yang emang kerasa remuk ini kucoba gerakan lebih cepat menuju rumah , yang kemudian  langsung tancap mandi dan berangkat ke lokasi untuk persiapan FAM TOUR
Eh pas sampe lokasi ternyata belum ada orang, cuman bus pariwisatanya yang udah mangkring disana.."Hadeeh, tau gitu tadi aku sarapan , ngopi dulu.."
Tuh keliatan banget kan aku maksain senyum, padahal aslinya pengen rebahan di kasur yang empuk ..
But no problem, this is a unique experience which  i have just carving, experience is the best teacher ^^

Fam TOUR adalah kunjungan dan pengenalan tentang tempat pariwisata di kota TUBAN, dan ini berlangsung selama dua  du hari.

Singkat cerita, malam ini adalah malam grandfinal,..
semua persiapan dan segala macem kegiatan mulai dari fiting baju, make up, latihan catwalk sampai technical meeting buat alurnya acara grandfinal dijalanin hari itu juga. Sampe gak kerasa Pemilihan Duta wisata yang dipenuhi berhimpun penonton itu berlangsung.
Pertama adalah pembukaan  oleh ketua panitia, bupati dan berbagai macam hiburan sampe pada akhirnya parade ke sepuluh pasangan finalis Cung Ndhuk Duta pariwisata 2010.
Kemudian pengenalan profil perpasangan.
well, akhirnya sesi tanya jawab dewan juri pun berlangsung..
kebetulan aku dapet nomor 21 dengan nomor urut  tampil ke11, jadi masih bisa meredakan ketegangan di back stage. Tapi waktu mengalir begitu cepat, sehingga tiba saatnya aku mendaptkan sesi tanya jawab. 
Pertama aku harus memilih pertanyaan yang dimasukan di dalam mangkok besar ..Hehe cukup lama karena jari tanganku yang berkeringat dingin beradu dengan butiran butiran kecil gabus ( sebagai pengacak kertas pertanyaan) dan ini cukup licin.
Begitu berhasil nagkep kertasnya , langsung aku kasihkan ke MC..
Ini yang membuatku rada bingung, karena suara MC yang menggema diruangan, cukup menyulitkan menangkap isi pertanyaan itu, tapi dengan segenap kemampuanku aku menjawab pertanyaan itu.


Setelah kembali ke back stage, pikiran untuk masuk 3 besar sudah terpupuskan oleh penampilan teman teman Finalis yang bagus dalam menjawab pertanyaan. 


Saat pengumuman 3 besar pun berlangsung, disebutkan satu persatu finalis cewek (NDUK) yang lolos 3 besar, begitu pula dengan yang cowok (CUNG)
1 orang cung telah disebut masuk 3 besar, dia tersenyum kaget dan kami pun menyalami..
Yang kemudian dia masuk ke panggung..
2 orang pun disebut dan seperti tadi kami menyalami
Terakhir disebutkan finalis cung yang masuk untuk menggenapi posisi 3 besar..
MC : Nomer 21..
21?
DUA PULUH SATU?!
itu nomerku..
Ini benar benar luar biasa, aku kaget setengah mrinding mendengar aku masuk 3 besar..
keringat dingin itu mendadak berhenti dan berubah menjadi keringat kegembiraan, sedikit mengulas senyum antara percaya atau tidak, sampai akhirnya masih dengan perasaan setengah tidak percaya aku masuk ke panggung melengkapi 3 besar FINALIS CUNG NDUK
Kemudian kamipun parade 3 besar dengan baju yang berbeda ( berlenggak lenggok bak model)


Selanjutnya 3 besarpun kembali diberi pertenyaan langsung oleh juri untuk menetukan juara 1, 2 dan 3..
dan sampe akhirnya menghantarkan aku sebagai wakil II CUNG TUBAN 2010 (juara 3)
Ini sebuah anugrah terindah yang diberikan oleh tuhan,  Thanks to god that gives this incredible opportunity.
ALLAH  SWT selalu memberikan kesempatan terindah kepada setiap orang yang mau berjuang memperolehnya. Dan aku telah menjalani itu..
Kuasa Tuhan memang Indah

Kemenagan ini aku persembahkan untu kedua orang tuaku dan keluargaku, karena aku punya mimpi ingin membahagiakan kedua orangtuaku secepatnya, sehingga Beliau dapat meneteskan air mata bangga akan "Aku Anakmu".
Mimpiku masih banyak , aku yakin bisa mewujdkan itu dan semua itu juga untuk kedua orang tuaku.
Dengan komitmen awal ketika aku lahir..
aku sebagai pejuang mimpi, kesatria untuk keluargaku terutama orang tuaku yang aku sayangi..
I LOVE MY PERENTS ^^ so much..